header faked

 
Beranda   Tentang Kami   Akademik   Program Studi   Mahasiswa   Fasilitas
Home Anda berada disini: Home Berita Fakultas
PERATURAN AKADEMIK PDF Cetak Email

TUJUAN PENDIDIKAN

Pendidikan bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dalam menerapkan, mengembangkan dan atau, memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian, serta mengembangkan dan menyebarluaskan, mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

 

REGISTRASI

Terdapat dua jenis registrasi yang harus dijalani oleh mahasiswa, yaitu Registrasi Administratif dan Registrasi Akademik.

 

Registrasi Administratif

  1. Registrasi administratif adalah kegiatan berupa pembayaran biaya studi guna memperoleh status mahasiswa aktif di Program Studi yang dipilih untuk satu semester yang akan berjalan.
  2. Registrasi administratif mahasiswa baru dan mahasiswa lama dijadwalkan sesuai kalender akademik tahun yang bersangkutan.
  3. Mahasiswa melakukan pembayaran biaya pendidikan melalui Bank yang ditunjuk Unsrat.
  4. Apabila tidak melaksanakan registrasi administratif, mahasiswa tidak akan terdaftar sebagai peserta didik pada semester berjalan dan masa studi tetap diperhitungkan (status mahasiswa adalah "kosong"). Mahasiswa berstatus kosong tidak berhak memperoleh pelayanan akademik apapun (mengikuti kuliah, memperoleh nilai dan pelayanan akademik lainnya).
  5. Mahasiswa yang tidak melaksanakan registrasi administratif tidak diperkenankan melaksanakan registrasi akademik.
  6. Keterlambatan melakukan registrasi administratif berakibat pada pengenaan denda yang ditetapkan oleh Universitas dan yang tertera pada SIA.

Registrasi Akademik

  1. Registrasi akademik adalah kegiatan administratif guna memperoleh hak mengikuti perkuliahan pada Fakultas/Jurusan/Program Studi yang dipilih untuk semester yang akan berjalan dan diawali dengan pembimbingan oleh Pembimbing Akademik (PA); pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) pada SIA; dan persetujuan Pembimbing Akademik (PA)
  2. Mahasiswa yang telah melaksanakan registrafi administratif wajib melakukan registrasi akademik di FIB Unsrat.
  3. Registrasi akademik semeser gagal maupun semester genap tahun bersangkutan ditetapkan oleh Universitas.
  4. Apabila tidak melaksanakan registrasi, mahasiswa tidak dapat mengikuti kegiatan akademik pada semester berjalan dan masa studi tetap diperhitungkan.
  5. Penetapan KRS pada SIA dilakukan oleh Pembing Akademik (PA).
  6. Keterlambatan melakukan registrasi akademik berakibat pada KRS yang tidak dapat disetujui oleh Pembimbing Akademik (PA) dan hanya dapat disetujui oleh Wakil Dekan dengan Bidang Akadmeik Kerjasama.

BEBAN STUDI
  1. Beban studi program Sarjana (S1) sekurang-kurangnya 144 SKS dan sebanyak-banyaknya 160 SKS, beban studi untuk mahasiswa Sarjana Humaniora minimal 144 SKS (termasuk KKN, Seminar dan Skripsi) dan maksimal 160 SKS.
  2. Penentuan beban studi mahasiswa dalam setiap semester didasarkan pada kemampuan individual. Jumlah SKS yang dapat diprogramkan oleh mahasiswa tergantung pada Indeks Prestasi (IP) yang diperoleh pada semester sebelumnya.

MASA STUDI
Masa studi Program Sarjana di rancang untuk 8 semester dan dapat diperoleh minimal 7 semester dan maksimal 14 semester.

ISIAN DATA MAHASISWA PADA SIA (SIM)
Setiap mahasiswa wajib mengisi data mahasiswa secara lengkap pada isian data mahasiswa dalam SIA. Data yang diisikan digunakan sebagai (1) data dalam pembuatan ijazah - kesalahan pengisian data akan berakibat pada kesalahan data pada ijazah; (2) sarana bantu untuk secara cepat memperoleh informasi tentang alamat tinggal mahasiswa dan orang tua/wali mahasiswa, serta nomor-nomor kontak yang dapat dihubungi apabila mahasiswa mengalami masalah. Karena tujuan penting pengisian data tersebut, isian data mahasiswa wajib diisi dengan benar. Apabila terjadi perubahan identitas, alamat, nomor-nomor kontak dan lain-lain, data wajib diperbaharui.


SISTEM KREDIT SEMESTER
Sistem Kredit Semester adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan, Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan beban studi peserta didik, beban kerja dosen, pengalaman belajar dan penyelenggaraan program.

SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik selama satu semester melaluui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan yang masing-masing diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri.

Beban studi pada kurikulum sarjana adalah 144 SKS dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,00.

EVALUASI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
  1. Evaluasi hasil belajar setiap mata kuliah dilaksanakan berdasarkan prinsip kesesuaian, akuntabilitas, transparansi, kejujuran dan keadilan.
  2. Evaluasi dilakukan oleh pengajar secara berkala dan dapat berbentuk ujian, tugas atau pengamatan.
  3. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester dan ujian Skripsi.
  4. Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan markah dan bobot.
  5. Markah T (tidak ada nilai) berarti tunda karena nilai tidak lengkap. Markah T dapat berubah atas izin pengajar, apabila mahasiswa memasukkan tugas pada waktu yang ditentukan. Apabila tidak diselesaikan pada waktu selambat-lambatnya dalam 2 minggu, maka Markah T akan berubah menjadi E (tidak lulus).
  6. Pemberian Nilai Akhir setiap mata kuliah dihitung dari 3 komponen.
  7. Penilaian ujian Seminar Proposal dan Skripsi, meliputi:
  8. Nilai minimal untuk lulus sebagai berikut :
  9. Apabila dosen atau tim dosen tidak memasukkan nilai akhir sesuai jadwal, semua peserta mata kuliah akan memperoleh nilai B.
  10. Tidak diperkenankan diadakan perbaikan nilai setelah nilai diumumkan pada SIA tanpa izin pimpinan Fakultas.
  11. Mahasiswa berhak memperoleh informasi yang lengkap mengenai nilai, baik nilai angka maupun konversinya (markah).
  12. Indeks Prestasi (IP) adalah satuan nilai rata-rata untuk mengukur kemampuan mahasiswa dan hasil studi seorang mahasiswa selama ia mengikuti Program Studinya.
  13. Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah nilai rata-rata untuk sejumlah mata kuliah yang diambil seorang mahasiswa dalam satu (1) semester. IPS adalah jumlah (bobot dikalikan dengan SKS) nilai yang diperoleh untuk setiap mata ajaran dalam semester yang ditempuh dibagi jumlah SK semua mata ajaran yang diikuti pada semester yang bersangkutan.
  14. Wakil Dekan Bidang Akademik dalam kasus tertentu atas usul Ketua Program Studi dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan mahasiswa mengambil SKS lebih dari jumlah maksimum pada butir (12)
  15. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). IPK adalah jumlah mutu (bobot dikalikan dengan jumlah SKS) semester sebelumnya dijumlahkan dengan jumlah nilai angka (dikalikan dengan jumlah SKS) semester terakhir, kemudian dibagi jumlah SKS dari semua mata ajaran dalam semester yang diperhitungkan.
  16. Jumlah kehadiran minimal mahasiswa di kelas adalah 80% dari total pertemuan/tatap muka yang ditentukan.
  17. Predikat kelulusan setelah menyelesaikan Program Sarjana terdiri atas tiga tingkatan dan dinyatakan pada transkrip akademik. Predikat kelulusan itu adalah: Memuaskan, Sangat Memuaskan, Cum Laude. Predikat kelulusan Cum Laude diberikan kepada lulusan yang menyelesaikan studi selambat-lambatnya 10 semester, nilai ujian akhir A serta tidak pernah melakukan perbaikan nilai.
  18. Mahasiswa pada akhir masa studinya wajib mengunggah karya ilmiahnya (skripsi dan ringkasan skripsi bagi mahasiswa jalur skripsi dan laporan akhir mahasiswa program D3 Bahasa Jepang ke E-Journal Unsrat.
  19. Mahasiswa yang dinyatakan lulus berhak menggunakan gelar Sarjana Sastra (S.S) bagi mahasiswa program kurikulum lama (Fakultas Sastra) dan Sarjana Humaniora (S.Hum) bagi mahasiswa program kurikulum baru yang terdaftar Tahun Akademik 2014/2015 (Fakultas Ilmu Budaya).

 

JENIS MATA KULIAH

  1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian/Pendidikan Karakter (MPK); 8 SKS
  2. Mata Kuliah Penciri Universitas (MPU); 6 SKS
  3. Mata Kuliah Wajib Fakultas (MWF); 20 SKS
  4. Mata Kuliah Wajib Program Studi (FIB)
  5. Mata Kuliah Pilihan (MKP)

CUTI AKADEMIK

  1. Cuti akademik adalah masa tidak mengikuti kegiatan akademik untuk sekurang-kurangnya satu semester dan sebanyak-banyaknya dua semester, baik berurutan maupun tidak, selama studi.
  2. Cuti hanya diberikan kepada mahasiswa yang telah mengikuti akademik sekurang-kurangnya dua semester, kecuali untuk cuti akademik karena alasan khusus.
  3. Cuti akademik karena alasan khusus diberikan kepada mahasiswa atas dasar pertimbangan kesehatan.
  4. Cuti akademik tidak dihitung sebagai masa studi.
  5. Persetujuan cuti akademik diberika oleh Dekan dalam bentuk Surat Keputusan.
  6. Dalam memberikan cuti akademik, Dekan menyampaikan tembusan kepada Wakil Rektor Bidang Akademik.
  7. Masa cuti akademik yang diberikan disesuaikan dengan masa studi dan waktu evaluasi keberhasilan studi bagi mahasiswa yang memperoleh cuti.
  8. Mahasiswa berstatus cuti akademik tidak dapat mengajukan kelulusan.


Prosedur Cuti Akademik

  1. Mahasiswa mengajukan permohonan cuti akademik kepada Rektor melalui Dekan atas pertimbangan Dosen PA yang diketahui oleh Wakil Dekan Bidang Akademik atau Ketua Jurusan/Ketua Program Studi, selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum semester berjalan.
  2. Mahasiswa yang mengalami gangguan kesehatan membutuhkan waktu pemulihan lebih dari 1 bulan pada saat mengikuti proses belajar, dapat mengajukan cuti akademik.
  3. Mahasiswa yang diberikan cuti akademik dibebaskan dari kewajiban membayar SPP/UKT dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akadmeik dalam bentuk apapun selama masa cuti tersebut.
  4. Cuti akademik tidak diperhitungkan dalam batas waktu studi.
  5. Mahasiswa penerima beasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik kecuali mendapat pertimbangan khusus dari pimpinan Fakultas/PPs dan Rektor.
  6. Cuti akademik diberikan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Untuk Program Diploma, cuti akademik diberikan paling banyak 2 (dua) kali selama masa studi dan sekali cuti paling lama 2 (dua) semester.
    2. Untuk Program Sarjana cuti akademik diberikan paling banyak 2 (dua) kali selama masa  studi dan sekali cuti paling lama 2 (dua) semester.
  7. Bila mahasiswa yang mengambil cuti akademik aktif kembali, maka jumlah SKS yang dapat diprogram didasarkan pada IP semester sebelum cuti.
  8. Setelah menjalani cuti akademik dan telah siap kembali, mahasiswa harus mengajukan surat permohonan aktif kembali kepada Dekan atas sepengetahuan Pembimbing Akademik dan / atau Ketua Program Studi. Surat permohonan aktif kembali diajukan oleh mahasiswa sebelum masa registrasi administratif berjalan.

UNDUR DIRI
Mahasiwa yang karena suatu alasan harus mengundurkan diri mengajukan surat permohonan pengunduran diri kepada Dekan atas sepengetahuan Pembimbing Akademik dan / atau Ketua Program Studi. Atas permohonan pengunduran diri tersebut, Rektor menerbitkan Surat Keputusa tentang Pengunduran diri.


BIMBINGAN STUDI
Bimbingan studi adalah berupa nasihat dan pengetahuan yang diberikan pengajar kepada mahasiswa. Bimbingan studi diberikan untuk membantu mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan dengan cara yang sebaik-baiknya serta mampu mengembangkan daya nalar.

Ruang lingkup bimbingan studi adalah sebagai berikut :
  1. Bimbingan studi mencakup segi akademik dan nonakademik. Segi akademik berkenaan dengan pengarahan dan bimbingan mengenai cara mahasiswa menyusun rencana studi dan menempuh pendidikannya. Segi nonakademik berkenaan dengan pengarahan dan bimbingan mengenai cara mahasiswa mengatasi hal-hal di luar studi yang dipandang dapat menghambat pendidikannya.
  2. Dalam pelaksanaannya, bimbingan studi mengutamakan segi akademik. Pembimbingan mahasiswa dalam segi akademik dilakukan oleh Ketua Program Studi dan Pembimbing Akademik. Bimbingan segi nonakademik hanya diperhatikan apabila menimbulkan masalah dan akan ditangani melalui tim bimbingan dan konseling mahasiswa di Fakultas/Universitas.

Program Studi dikepalai oleh Ketua Program Studi. Tugas Ketua Program Studi dalam lingkup pembimbinga studi adalah:

  1. Mengatur dan menjadi penanggung jawab utama dalam organisasi bimbingan studi mahasiswa;
  2. Mengatur dan menetapkan Pembimbing Akademik untuk mahasiswa Program Sarjana dan Dosen tetap yang bergelar minimal Magister;
  3. Memperhatikan kelancaran bimbingan studi;
  4. Melaporkan pelaksanaan bimbingan studi kepada Dekan;
  5. Memperhatikan dan melaporkan evaluasi hasil studi mahasiswa kepada Dekan pada semester dua, empat, enam, delapan, sepuluh dan akhir masa studi, serta evaluasi studi lain sesuai yang ditetapkan dalam buku pedoman ini.


Pembimbing akademik mempunyai tugas:

  1. Memberikan pengarahan secara tepat kepada mahasiswa dalam memilih dan menetapkan beban studi yang akan diambil mahasiswa setiap semester;
  2. Menyetujui Isian Rencana Studi mahasiswa SIA;
  3. Mengetahui kinerja studi mahasiswa pada semester-semester terdahulu sehingga mampu mengarahkan rencana studi mahasiswa;
  4. Membantu mahasiswa agar mengembangkan sikap ilmiah dan kebiasaan belajar yang baik;
  5. Membuat catatan tentang hal-hal yang dianggap menghambat ataupun mendorong perkembangan studi mahasiswa yang bersangkutan dan menyampaikannya dalam rapat program studi;
  6. Memperhatikan evaluasi hasil studi mahasiswa pada semester dua, empat, enam, delapan, sepuluh dan akhir masa studi;
  7. Memperhatikan status mahasiswa, termasuk dalam persetujuan akademik;
  8. Membantu Ketua Program Studi memeriksa kelengkapan semua kuliah yang diambil oleh mahasiswa persyaratan untuk kelulusan.

 

Dalam proses pembimbingan, mahasiswa mempunyai kewajiban:

  1. Mengetahui Pembimbing Akademiknya melalui SIA;
  2. Mencari Pembimbing dengan menemui langsung atau chatting di SIA dengan Pembimbing Akademiknya sesuai dengan jadwal yang telah disepakati;
  3. Mengisi dan memperbaiki Kartu Rencana Studi di SIA secara tepat waktu pada periode registrasi akademik.


Pembimbingan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Bimbingan studi dilakukan dengan cara pembimbingan langsung di FIB Unsrat pada hari dan jam kerja atau chatting melalui SIA, serta direkam dengan buku log dan/atau SIA.
  2. Pembimbing Akademik ditunjuk oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan rapat Program Studi.
  3. FIB Unsrat mengatur administrasi pembimbingan studi mahasiswa.


PUTUS STUDI

Mahasiswa dinyatakan putus studi

  1. Apabila pada evaluasi hasil belajar 2 semester pertama tidak memperoleh minimal 24 SKS dengan nilai minimal C;
  2. Apabila pada evaluasi hasil belajar 4 semester pertama tidak memperoleh minimal 48 SKS dengan nilai minimal C;
  3. Apabila pada evaluasi hasil belajar 6 semester pertama tidak memperoleh minimal 72 SKS dengan nilai minimal C;
  4. Apabila pada evaluasi hasil belajar 8 semester pertama tidak memperoleh minimal 96 SKS dengan nilai minimal C;
  5. Apabila pada evaluasi hasil belajar 10 semester pertama tidak memperoleh minimal 120 SKS dengan nilai minimal C;
  6. Apabila akhir masa studi tidak menyelesaikan seluruh beban studi sesuai dengan kurikulum dengan nilai minimal C;
  7. Apabila mahasiswa mendapat sanksi atas pelanggaran tata tertib kehidupan kampus;
  8. Mahasiswa yang tidak melaksanakan registrasi administratif dan/atau registrasi akademik 2 (dua) semester berturut-turut dinyatakan putus studi;
  9. Apabila dinyatakan tidak layak lanjut studi atas dasar pertimbangan kesehatan jiwa dari tim dokter ahli kesehatan yang ditunjuk oleh Universitas;
  10. Apabila pendaftaran mahasiswa berstatus kosong selama dua semester berturut-turut.



 
SEJARAH PDF Cetak Email

SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SAM RATULANGI:

DARI FAKULTAS SASTRA KE FAKULTAS ILMU BUDAYA

 

Cikal bakal Universitas Sam Ratulangi sekarang ialah Universitas Pinaesaan, di dirikan pada tanggal 1 Oktober 1954. Krisis politik yang berakhir dengan pergolakan Permesta telah mengubah nama Universitas menjadi Perguruan Tinggi Manado (PTM) dan berubah lagi menjadi Universitas Sulawesi Utara-Tengah (Unisut seiring keluarnya Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor: 22/1961 Tanggal 4 Juli 1961). Dengan diselingi perubahan nama dari akronim Unisut menjadi Unisulutteng, pada Tahun 1965 Unisulutteng berubah lagi menjadi Universitas Sam Ratulangi - nama yang di ambil dari Pahlawan Sam Ratulangi, disingkat UNSRAT. Dasar pendiriannya yang juga telah mengubah statusnya menjadi negeri ialah Surat Keputusan Presiden RI Nomor: 227 Tanggal 14 September 1965, antara lain juga menetapkan 7 Fakultas di bawah naungannya yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Teknik.

Fakultas Sastra sebelumnya merupakan Fakultas otonom yang digabungkan ke Unsrat terhitung mundur pada tanggal 1 Februari 1965. Dengan demikian, merupakan tanggal bulan lahirnya Fakultas Sastra. Itu sebabnya pada momen ini setiap tahun Fakultas Sastra memperingati Dies Natalis-nya.

Selanjutnya, sejak di tetapkan OTK (Organisasi dan Tata Kerja) Universitas Sam Ratulangi pada tanggal 16 April 2013, Fakultas Sastra berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 49/Tahun 2013. 

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 2 dari 6